Advertisement

Kebijakan Program Mobil Murah Diteruskan

mobil murah LCGC

Kebijakan akan adanya mobil murah atau LCGC memang sempat menjadi polemik dalam pemerintahan Jokowi. Bahkan sempat ada wacana akan dihapusnya program mobil mobil murah di Indonesia. Akan tetapi dengan adanya MEA 2015 atau masyarakat Ekonomi Asean maka banyaknya produk asing yang masuk ke dalam negeri semakin tinggi. Hal inilah yang menjadi salah satu pertimbangan pemerintahan Jokowi untuk bisa meneruskan program mobil murah atau Low Cost Green Car di Indonesia.

Pemerintah juga menilai bahwa dengan adanya program mobil murah ada sisi positifnya bagi perekonomian di Indonesia. Program LCGC yang ada saat ini dinilai sudah bisa menarik para investor ke Indonesia. Selain itu pemerintah juga akan menggiatkan pada lokalisasi program LCGC dimana diharapkan para produsen mobil murah untuk lebih banyak menggunakan komponen local.

Selain itu program mobil murah juga diharapkan akan menarik lebih banyak investor dan tentu saja akan menyerap lapangan pekerjaan yang lebih banyak. Saat ini mobil LCGC telah dirakit dengan memakai kandungan komponen lokal sebanyak 70 persen. Dengan demikian maka diharapkan akan muncul investor komponen yang masuk ke dalam negeri. Selain itu adanya ketentuan mengenai engine yang digunakan dimana engine LCGC harus mencapai 1 liter untuk 20 km maka ini akan menarik investor untuk engine LCGC pula.

Mobil LCGC saat ini memang telah mendapatkan insentif berupa penghapusan Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau PPnBM. Sehingga dengan adanya insentif tersebut akan membantu konsumen untuk bisa mendapatkan harga mobil murah.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *