Advertisement

Mobil Listrik Nasional Ahmadi dan Selo

Mobil-Listrik-Ahmadi

Kali ini mobil listrik Nasional kembali berwarna dengan hadirnya Mobil listrik Indonesia yang diberi nama Ahmadi dan selo. Saat prototype ini diperkenalkan cukup mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat Surabaya. Mobil Ahmadi sesuai dengan nama penciptanya adalah Dasep Ahmadi dan mobil Selo hasil kreasi dari rumah modifikasi Kupu-Kupu Malam asal Yogyakarta yang berkolaborasi dengan Menteri Dahlan Iskan.

Sang kreator Dasep Ahmadi menunjukkan bahwa mobil listrik lebih menghemat pengeluaran untuk energi. Dengan jarak tempuh 7-8 kilometer per kiloWatt jam dan tarif listrik nonsubsidi sebesar Rp 1.100 per kiloWatt jam, jadi untuk menempuk jarak sejauh 126 kilometer hanya memerlukan biaya sebesar Rp 18.480. Bahkan biaya tersebut jauh lebih murah ketika mobil listrik tersebut di isi dengan memakai listrik subsidi yaitu Rp 12.264.

Keunggulan dari Mobil listrik Ahmadi adalah mobil listrik ini dirancang dengan kemampuan yang menyerupai mobil pabrikan Jepang. Mobil listrik ini menggunakan baterai Lithium Ion 21 KW jam 36 sel dan mamapu mencapai kecepatan maksimum 110 km/jam. Kekuatan motor listrik 50 Hp dan dapat menempuh jarak 140 km dalam sekali pengisian Batteray.

selo mobil listrik
Mobil Selo berkonsep mobil sport car yang memiliki pintu terbuka ke atas. Jika kita melihat ke dalam Selo car ini mempunyai fitur standar seperti PanelView C600 (Allen-Bradley), LCD Sony, AC, tombol hazard, Cruise Control, serta lampu sein. Untuk keselamatan penumpang mobil ini telah dilengkapi dengan fitur Air bag yang mampu mengamankan pengendara di saat terjadi benturan .

Mobil listrik murah ini menggunakan transmisi matic dan untuk menjalankan selama 6 jam maka batteray perlu diisi selama 4 jam pengisian. Untuk body, Mobil Listrik tetap menggunakan bahan body dari serat karbon Fiber sehingga Selo memiliki bodi yang cukup ringan. Komponen mobil Selo menggunakan sekitar 70 persen komponen mobil dalam negeri, sedangkan motor listrik, girboks dan velg masih memakai produk dari luar.

Mobil listrik nasional yang untuk pengerjaannya menghabiskan waktu selama 5 bulan tersebut masih dalam tahap riset dan uji coba ini telah menghabiskan biaya sampai Rp 1,5 miliar. Biaya tersebut nantinya akan turun bila sudah diproduksi secara masal dengan penurunan mencapai 30-40 persen. Dana yang dibutuhkan untuk produksi masal adalah mencapai angka 300 Miliar sampai dengan 900 Miliar dimana dana sebagian dipergunakan untuk membangun pabrik perakitannya. Sedangkan Untuk spesifikasinya Mobil listrik Selo membenamkan mesin Power 107 HP/80kW, 174-180HP/130-135kW, maksimal 10.000 RPM. Mobil listrik ini diklaim mampu dipacu pada kecepatan 200 Km/jam.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *